10 Produk Komoditas yang Bisa Diekspor UMKM

Ternyata mengekspor tidak sesulit kelihatannya. Inilah yang perlu dipahami UMKM. Mengetahui apapun produk yang dapat dijual yang dapat diekspor oleh UKM dan negara mana yang mau menerima. Dengan informasi ini, Anda akan tahu. Bisnis mana yang memperluas kemungkinan mengekspor produk ke luar negeri.

Apalagi dengan perkembangan teknologi seperti saat ini. Menemukan peluang ekspor yang digabungkan dengan pengetahuan itu mudah. Itu sama dengan teknologi pemasaran. Karena dengan menggunakan digital marketing, Anda bisa menjual produk Anda di pasar global dengan cara yang mudah dan murah.

10 komoditas yang bisa diekspor UMKM

Terutama bagi Anda yang memiliki bisnis makanan. Ada 10 produk makanan yang bisa diekspor ke luar negeri, antara lain:

Udang

Hasil laut dan budidaya ikan di Indonesia sangat berkembang. Terutama udangnya. Dibandingkan negara lain, pilihan udang dan lobster Indonesia lebih baik dalam jumlah banyak. Maka tidak heran jika banyak negara di dunia yang menerima ekspor udang Indonesia.

Seperti Jepang dan Amerika Serikat. Kedua negara ini merupakan penerima udang berkualitas dari Indonesia. Udang yang dikemas dan dibekukan secara khusus. Bagi Anda yang tinggal di pesisir dan ingin memasuki pasar ekspor, tidak ada salahnya membudidayakan udang dengan kualitas terbaik untuk pasar ekspor.

Kopi

Selain udang, kopi merupakan produk komersial yang bisa diekspor UMKM. Selain kualitasnya yang baik, kopi Indonesia juga memiliki banyak varian yang khas. Mulai dari jenis Robusta dan diakhiri dengan Arabica. Hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki perkebunan kopi dengan ciri khasnya masing-masing.

Namun kopi lokal Indonesia yang paling terkenal adalah kopi dari Toraja. Tidak harus dari Toraja. Jika Anda memiliki produk kopi dengan keunggulan yang tidak dimiliki merek lain, tidak ada salahnya mencoba menembus ekspor, terutama pasar Eropa dan Amerika.

Mie instan

Dikenal sebagai makanan khas kelas menengah ke bawah, siapa sangka mie instan asal Indonesia sangat populer di negara lain. Alasannya sederhana: mie instan asli Indonesia memiliki cita rasa yang unik. Sesuai dengan selera masakan nusantara yang bervariasi.

Oleh karena itu, tidak heran jika salah satu merk mie instan ini menjadi ikon oleh-oleh khas Indonesia. Kabar baiknya lagi: mi instan ini bisa diekspor ke banyak pasar di seluruh dunia. Mulai dari Jepang, Korea, Swiss, Amerika, Kanada dan sebagainya.

Jika Anda tertarik, coba produksi mi instan dengan rasa yang unik dan kemudian jual di pasar ekspor.

Camilan

Apakah Anda salah satu produsen makanan ringan? Coba saja untuk memperluas target pasar ke pasar global. Keripik buah, biskuit, wafer dan biskuit produksi UMCM ini sangat diminati di pasar internasional.

Lampung adalah salah satu contoh daerah yang menjual jajanannya ke Mesir. Keripik pisang dengan varietasnya yang khas ternyata mampu menggoda

Camilan buah dan kacang

Jepang adalah negara di mana kebanyakan orang menyukai kacang. Maka jangan heran jika Indonesia mengekspor kacang tanah berkualitas baik ke Jepang. Tidak hanya kacang tanah. Tapi juga manisan buah khas Indonesia.

Misalnya manisan carica dari Wonosobo. Dengan rasa manis asam dan segar yang khas, Manisan Carica mampu menembus pasar ekspor di beberapa negara Asia dan Eropa. Dan dipadukan dengan kemasan yang unik dan menarik. Manisan buah-buahan sangat laku di pasar internasional.

Produk saus dan sambal

Produk marketable yang bisa diekspor oleh UMKM adalah saos dan sambal. Indonesia kaya akan variasi saus dan hidangan cabai. Setiap daerah memiliki ciri khas sambalnya masing-masing. Mulai dari sambal terasi, sambal sun, sambal bawang, sambal bajak laut, sambal tomat dan masih banyak lagi.

Ciri khas pedas dan segar inilah yang disukai orang asing. Misalnya Korea, Eropa, Jepang dan negara lainnya. Indonesia memiliki banyak sambal dan saus dari berbagai merek yang berhasil menembus pasar ekspor. Apakah kamu tertarik? Cobalah membuat sambal dengan ciri khas yang unik dan menarik.

Serbuk daun kelor

Bagi orang Indonesia, kelor hanyalah tumbuhan liar yang bisa ditemukan di sepanjang pagar atau bahkan di hutan belantara. Tapi tahukah Anda, Moringa adalah daun ajaib yang sangat populer di kalangan orang asing. Terutama orang Eropa, Jepang, dan Korea. Moringa disebut “pohon ajaib”.

Kandungan gizi yang tinggi dari daun kelor membuat banyak orang di luar negeri menggunakannya dalam pengobatan herbal. Untuk alasan ini, ada permintaan besar akan daun kelor bubuk di berbagai negara di dunia.

Saat ini, 80% kebutuhan bubuk kelor dunia masih dipasok oleh India. Padahal kualitas kelor Indonesia lebih baik dari kualitas kelor India. Karena kontur tanah dan iklim tropis Indonesia dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dan perkembangan kelor yang baik.

Anda yang tertarik untuk mengekspor kelor bisa mencoba produksi bubuk kelor skala rumahan. Kemudian ekspor ke beberapa negara seperti Eropa dan Asia.

Jus buah

Tak hanya buah segar. Produk komersial yang dapat diekspor oleh UMKM lain adalah jus buah. Misalnya jus sirsak, jeruk, durian dan nanas. Dibandingkan negara lain, kualitas jus buah di Indonesia lebih baik dan lebih segar. Apalagi untuk buah-buahan yang tidak tersedia di luar negeri.

Indonesia telah berhasil mengekspor jus buah ke beberapa negara. Seperti Perancis, Cina, Australia, Timur Tengah, Thailand dan Singapura. Indonesia merupakan negara agraris yang sulit dikalahkan jika dibandingkan dengan negara lain. Ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk mengekspor jus buah segar.

Makanan beku

Siapa bilang frozen food atau makanan beku hanya makanan impor. Banyak UMKM produsen makanan beku Indonesia yang mampu memperluas pasarnya dengan memasuki pasar ekspor. Mulai dari chicken nugget hingga beberapa makanan khas daerah. Seperti siomay, pempek dan sebagainya.

Selain diolah dengan bahan yang segar dan cita rasa yang otentik, makanan beku di Indonesia juga memiliki banyak manfaat. Dibuat dengan bumbu khas Indonesia, tanpa bahan pengawet, dan bersertifikat halal dari MUI.

Selain pasar Eropa, frozen food Indonesia juga diekspor ke beberapa negara seperti Arab Saudi, Qatar serta negara-negara lain di Timur Tengah.

Produk olahan kelapa

Dan produk lain yang dapat dijual oleh UMKM yang dapat diekspor adalah produk sampingan kelapa. Mulai dari santan instan, VCO, hingga arang batok kelapa.

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pantai dengan pohon kelapa. Dengan demikian, hasil olahan kelapa tersebut dapat diekspor ke beberapa negara seperti Mesir dan negara-negara Timur Tengah.

Bagaimana? Ternyata banyak produk-produk laku yang bisa diekspor oleh UMKM dari Indonesia. Selain 10 contoh produk di atas, masih ada produk lainnya. Namun, hanya 10 produk di atas yang paling banyak diminati di pasar dunia.

Baca Juga :  Siapa Yang Boleh Menerbangkan Drone?